Senin, 28 Mei 2012

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL


TEKNIK PENGAMBILAN SAMPEL


Pengertian Populasi
Populasi → keseluruhan objek yang akan diamati. Objek yang diamati dapat berupa benda hidup maupun benda mati, dimana sifat-sifat yang ada dalam objek tersebut dapat diukur atau diamati.
Populasi → tak terbatas
                                     → diketahui jumlahnya.
Hasil pengukuran atau karakteristik dari populasi disebut “parameter” yaitu harga rata-rata hitung (mean) dan simpangan baku (standard deviasi).
Pengertian Sampel
Sampel → bagian dari populasi yang menjadi objek penelitian. Hasil pengukuran atau karakteristik dari sampel disebut “statistik”.
Alasan perlunya pengambilan sampel adalah sebagai berikut :
1.            Keterbatasan waktu, tenaga dan biaya.
2.            Lebih cepat dan lebih mudah.
3.            Memberi informasi yang lebih banyak  dan          dalam.
4.            Dapat ditangani lebih teliti.
                PENGAMBILAN SAMPEL.
Tujuan → sample yang diambil dapat memberikan informasi yang cukup untuk dapat mengestimasi jumlah populasinya. Sebelum mengambil sampel, ada beberapa hal yang perlu diketahui, yaitu :
                             Populasi Sasaran (Target Populasi)
                Populasi yang sasaran pengamatannya berupa                  suatu keterangan seperti efek jajanan pinggir jalan                 pada anak-anak sekolahan. Yang menjadi             sasarannya adalah anak-anak sekolah yang di sekitar      sekolah terdapat penjual jajanan.
                             Kerangka Sampel (Sampling Frame) → Suatu      daftar unit-unit dari sebuah populasi yang            sampelnya akan diambil.
             Unit Sampel (Sampling Unit)
                 → Sebuah unit terkecil dari sebuah populasi yang            akan diambil sampelnya.
             Rancangan Sampel
                 → meliputi bagaimana cara mengambil sampel dan        menentukan besar sampelnya.
             Random.
                Cara pengambilan sampel dimana setiap unit      dalam populasi mempunyai kesempatan              untuk dipilih menjadi anggota sampel.
Teknik pengambilan sampel dibagi atas 2 kelompok besar, yaitu :
1.            Probability Sampling (Random Sample)
                Dengan teknik ini, peneliti dapat menentukan   derajat kepercayaan terhadap sebuah sampel. Selain     itu, perbedaan dalam menafsirkan parameter           populasi dengan statistik sampel dapat diperkirakan.
                2.            Non Probability Sampling (Non Random Sample)
                Sedangkan pada non probability sampel,              penyimpangan nilai sampel terhada populasinya               tidak mungkin diukur. Pengukuran penyimpangan      ini merupakan salah satu bentuk pengujian statistik.       Penyimpangan yang terjadi pada perancangan            kwesioner, kesalahan petugas pengumpul data dan        pengola data disebut Non Sampling Error.
Random sampling:
  1. Pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling)
  2. Pengambilan sampel acak stratifikasi (stratified random sampling)
  3. Pengambilan sampel acak bertahap (multistage random sampling)
  4. Pengambilan sampel acak sistematis (systematic random sampling)
  5. Pengambilan sampel acak kelompok (cluster random sampling)
Pengambilan sampel tanpa acak
  1. Pengambilan sampel seadanya (accidental sampling)
  2. Pengambilan sampel berjatah (quota sampling)
  3. Pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan (purposive sampling)

1.        Pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling)
                →rancangan yang paling sederhana dan mudah, tetapi membutuhkan persyaratan tertentu, yaitu populasi yang benar-benar atau mendekati homogen dan sudah teridentifikasi banyaknya subjek atau unit analisis
Tingkat populasi
Randomisasi 
(subyek)
Tingkat sampel
          Teknik pelaksanaan
1. dibuat daftar semua unit sampel, disusun dan diberi nomor secara berurutan
2. Semua unit sampel ditulis pada gulungan kertas atau kepingan dengan bentuk dan ukuran serta warna yang sama kemudian dimasukan kedalam kotak dan diaduk sampai rata
3. Gulungan kertas atau keping diambil sesuai dengan jumlah sampel yang diinginkan kemudian dicocokan dengan nomor urut daftar unit sampel

2. Pengambilan sampel acak stratifkasi (Stratified Random Sampling)
                →rancangan ini dilakukan pada populasi yang heterogenitasnya diwarnai dengan adanya beberapa kelompok atau kelas (stratum)subjek dengan batas yang jelas antar kelompok tersebut.
Tahap-tahap rancangan stratifikasi:
  1. Bagilah (kelompokkan) subjek populasi dalam beberapa stratum beranggotakan subjek yang sama atau hampir sama karakteristisknya
  2. Buatlah daftar subjek dari stratum (sub-populasi)
  3. Pilihlah subjek sampel dari masing-masing sub-populasi dengan teknik random murni atau teknik (random)sistematis
3. Pengambilan sampel acak bertahap (multistage random sampling)
                →Teknik pemilihan sampel dengan cara menggabungkan dua atau lebih rancangan sampel sekaligus
          Keuntungan :
                1.            Varians yang relatif kecil untuk biaya       setiap unit
                2.            Kontrol terhadap kesalahan tak sampling              menjadi lebih baik
                3.            Penelitian ulang membutuhkan biaya yang relatif             kecil
                4.            Kontrol terhadap liputan penelitian lebih mudah               dilakukan
               
          Kerugian:
                          Pada Primary Sampling Unit        (PSU)besar,penggambaran terhadap     populasi kurang baik, sedangkan                 dengan                 PSU kecil hanya dapat    dilakukan bila     individu dalam populasi                 tidak tersebar.
Tahap-tahap pengambilan sampel acak bertahap
  1. Lakukan tahap-tahap rancangan klaster (pembagian daerah menjadi klaster, penetapan jumlah klaster dan randomisasi klaster)
  2. Buatlah daftar subjek dari semua klaster yang terpilih sebagai klaster sampel
  3. Pilihlah subjek sampel dari daftar subjek tersebut, sebanyak yang dikehendaki dengan menggunakan teknik random (randomisasi subjek)
  4. Pengambilan sampel acak sistematis (sistematic random sampling)
                →apabila pengmbilan sampel acak          dilakukan secara berurutan dengan         interval tertentu
                →besarnya interval (i)dapat ditentukan                dengan membagi populasi (N) dengan   jumlah sampel yang diinginkan (n) atau          i = N/n

5. Sampel Random Berkelompok (Cluster Sampling)
→Suatu Klaster (cluster) adalah suatu kelompok dari subjek atau kesatuan analisis yang berdektan satu dengan yang lain secara geometrik.
                Keuntungan dari cara ini adalah tidak memerlukan daftar populasi sehingga tidak ada biaya transportasi.
                Kerugiannya adalah sulit dalam menentukan estimasinya.

3 cara dalam pengambilan sampel yang dilakukan tidak secara random:
  1. Sampel Dengan Maksud (Purposive Samping).
    Pengambilan sampel dilakukan dengan melihat unsur-unsur yang dikehendaki dari data yang sudah ada.
  2. Sampel Tanpa Sengaja (Accidental Sampling).
    Sampel diambil berdasarkan keperluan saja. Tidak ada perencanaan ataupun pertimbangan khusus di dalamnya.Sampel diambil atas dasar seandainya saja, tanpa direncanakan lebih dahulu.
  3. Sampel Berjatah (Quota Sampling).
    Besar dan criteria dalam pengambilan sampel telah ditentukan terlebih dahulu.
Teknik Penentuan Jumlah Sampel

  1. Pengambilan sampel dengan pengembalian
                →Nn
                        Contoh:
                untuk populasi berukuran 4 dengan anggota-anggotanya A, B, C, D dan sampel yang diambil berukuran 2 maka banyaknya sampel yang mungkin dapat diambil adalah 42 =16
2.            Pengambilan sampel tanpa pengembalian
                 

Contoh:
Untuk populasi berukuran 5 dengan anggota-anggotanya A, B, C, D, E dan sampel yang diambil berukuran 2 maka banyaknya sampel yang mungkin dapat diambil adalah
                               
                                               

1 komentar: