Nama : Robbi
Sihotang
NPM :
09.052.111.017
M.K : ETIKA
PENDIDIKAN
BAB I
KEPUTUSAN ETIS
Keputusan
yang menyangkut pertimbangan tentang yang baik dan yang buruk dan apa yang
benar dan apa yang salah. Inilah suatu perkara yang akan dibahas atau
dipelajari dalam bidang etika. Etika didefinisikan secara sederhana sebagai
penyelidikan tentang apa yang baik dan tentang apa yang salah dan jahat dalam
kelakuan manusia.
Arti
etika dan etis hampir sama dengan “moralitas” dan “moral”. Akan tetapi dalam
pemakaian ilmiah “moralitas” biasanya menyangkut kebaikan ataupun keburukan
kelakuan lahir yang sebenarnya terjadi. Sedangkan “etika” menyangkut pemikiran
yang sistematis tentang kelakuan itu serta motivasi dan keadaan batin yang
mendasarinya. Dan etika juga menyelidiki perbuatan – perbuatan dan memberi
bimbingan – bimbingan supaya orang – orang dapat memperbaiki perbuatan –
perbuatannya.
Pengambilan
keputusan etis sering menyangkut pilihan yang sukar. Seringkali keputusan, kita
bukan pilihan antara hitam dan putih, orang – orang setuju tentang prinsip –
prinsip etis tidak selalu setuju dengan penerapan prinsip dalam kasus yang
nyata.
Pertimbangan
etis perlu dibedakan dari kemauan etis.
Kemauan mengambil keputusan yang benar tidak sama dengan kemampuan untuk
memutuskan, kemauan kita untuk berbuat baik harus kuat dan pasti. Namun pertumbuhan etis
sering diwarnai dengan pertanyaan –
pertanyaan yang belum di jawab. Orang yang mempunyai kemauan yang kuat masih
bisa merasa ragu – ragu tentang apa yang harus dilakukan dam masalah yang
ruwet. Kesungguan hati kita tidak selalu menghasilkan tentang apa yang benar.
Kesungguahan
hanya berarti bahwa kita bersedia menjalankan kewaajiban kita dalam setiap
masalah etis dan dengan tekun mencari kehendak Tuhan dalam masalah – masalah
itu. Kita harus belajar bagaimana berpikir dan bertindak dengan kesungguhan
yang mutlak dan pandangan yang terbuka. Dan mencari jalan yang benar tetapi
kita jangan melupakan keterbatasan kita dalam menentukan jalan yang benar itu.
BAB II
TIGA JALAN DALAM ETIKA KRISTEN:
ETIKA AKIBAT, ETIKA KEWAJIBAN DAN ETIKA
TANGGUNG JAWAB
Etika Kristen
berdasarkan dengan Iman kepada Allah yang dinyatakan dalam Yesus Krristus.
Etika Kristen merupakan tanggapan kepada kasih karunia Allah menyelamatkan
kita. Kasih merupakan etika Kristen. Kewajiban manusia disimpulkan dalam hukum
untuk mengasihi Allah dan sesama. Kasih juga memberikan motivasi bagi perbuatan
yang baik. Dan etika Kristen berlaku kepada kehidupan keseluruhan kehidupan
manusia. Semua orang Kristen berkenaan dengan persekutuan orang – orang
Kristen. Etika Kristen dikenal dalam konteks jemaat dan diberlakukan dalam hubungan dengan orang-orang Kristen, etika
diajarkan, dipelihara dan dikoreksi dalam gereja.
1.
ETIKA AKIBAT
Menurut pengaut
etika akibat kehendak Tuhan dinyatakan
dalam maksud-Nya, rencana-Nya, dan tujuan-Nya. Pernyataan yang paling
penting ialah : nilai – nilai apa yang cocok dengan kehendak Allah. Tujuan –
tujuan yang cocok dengan kehendaka Allah dan harus kita capai. Istilah teknis
dari teori etika ialah”Teleologis , dari
kata Yunani yang berarti pengetahuan tentang akibat ( telos = tujuan, akibat; logos = penetahuan ). Menurut etika akibat,
kehidupan etis sama dengan proses membuat sesuatu.
2.
ETIKA KEWAJIBAN
Pernyataan etis
yang paling penting ialah norma – norma apa yang sesuai dengan hukum dan perintah Allah sehingga kita harus menaatinya.
Istilah tehnis untuk teori kewajiban ini
adalah etika deontologis, dari
kata Yunani yang berarti “pengetahuan tentang
keharusan dan kewajiban” ( deon
= wajib; logos = pengetahuan ).
Menurut aliran ini perbuatan pokok lambang hidup kita bukan penciptaan
melainkan politik, yaitu kehidupan menurut hukum. Manusia bukan sebagai
pencipra melainkan warga negara. Dasar perbuatan manusia adalah hidup menurut
hukum dan peraturan.
3.
ETIKA TANGGUNG JAWAB
Menurut pengaut
etika tanggung jawab, kehendak Tuhan dinyatakan terutama bukan dalam rencanaNya
atau hukumNya, menaikan dengan perbuatanNya, dan kegiatanNya. Perbuatan kita
baik apabila sesuai dengan pekerjaan Allah. Pernyataan etis yang terpenting ialah : apakah yang
dikerjakan Allah dan bagaiman kita menanggapinya. Menurut etika tanggung
jawab dalam kehidupan etis manusia bukan
sebagai pencipta atau warga negara melainkan sebagai penjawab ( orang – orang
yang menanggapi atau memberikan respon terhadap peristiwa yang terjadi
disekitarnya ).
BAB III
1 KORINTUS 10 : 23 ;
11:1 SEBAGAI POLA
PERTIMBANGAN ETIS
Paulus
memulai dengan prinsip kebebasan : segala sesuatu diperbolehkan”
( 10 :23 ), meskipun kalimat ini sebagai semboyang. Orang Kristen bukan budak
hukum , kehidupan umat Kristen tidak tergantung terhadap kepatuhannya terhadap
praturan – praturan, melainkan kehidupan hanya tergantung kepada kasih karuniah
Allah, yang bersediauntuk meneriam semua orang termasuk pelanggar hukum.
Keselamatan orang Kristen tidak tergantung kepada kepatuhannya terhadap hukum.
Nilai hidup tidak tergantung terhadap kepatuhan terhadap hukum.semua ini datang
dari kasih karuniah Allah dan bukan karena kepatuhan manusia.
Dalam
Yesus Kristus, Allah membebaskan kita dari tuntutan hukum Taurat. Kepercayaan
kepada kepatuhan kita sendiri berlawanan dengan kepercayaan kepada anuhgerah
Allah . kepercayaan kepada diri sendiri berarti kita menolak jalan yang telah
ditunjukkan Allah dan memilih dan
memilih jalan lain. Berarti kita menolak kebebasan yang ditawarkan Allah dan memilih
perbudakan dibawah hukum – hukum buatan manusia ( Galatia 5:1 ) kepercayaan
kepada Allah bertentangan dengan hukum dan peraturan entah peraturan –
peraturan itu datang kebiasaan Yahudi atau kebiasaan – kebiasaan masyarakat
kita atau dari Alkitab.
Paulus
menulis : “ segala sesuatu diperbolehkan. Benar , tetapi bukan segala sesuatu
berguna ( 10 : 23 ) . kebebasan kita tidak berarti bahwa kita boleh merusak
sesuatu yang baik. Melainkan kebebasan kita memberikan kesempatan untuk berbuat
yang berguna dalam prikop ini Paulus mempertimbangkan bagaimana kelakuan orang
menjadi bebas dan berguna. Ketegangan iru perlu mengambil keputusan etis. Dalam
pengambilan keputusan ini hendaknya didasari dengan suatu hal yang berasal dari
kasih karuniah Allah :
ü Membangun kepribadian
kita sendiri
ü Mempunyai prinsip
bangun – membangun
ü Menjaga kebebasan hati
nurani
ü Melakukan kemuliaan
Allah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar