Minggu, 20 Mei 2012

TUGAS ROBY

Nama  : Robbi Sihotang
NPM   : 09.052.111.017
M.K    : ETIKA PENDIDIKAN

BAB I
KEPUTUSAN ETIS
Keputusan yang menyangkut pertimbangan tentang yang baik dan yang buruk dan apa yang benar dan apa yang salah. Inilah suatu perkara yang akan dibahas atau dipelajari dalam bidang etika. Etika didefinisikan secara sederhana sebagai penyelidikan tentang apa yang baik dan tentang apa yang salah dan jahat dalam kelakuan manusia.
Arti etika dan etis hampir sama dengan “moralitas” dan “moral”. Akan tetapi dalam pemakaian ilmiah “moralitas” biasanya menyangkut kebaikan ataupun keburukan kelakuan lahir yang sebenarnya terjadi. Sedangkan “etika” menyangkut pemikiran yang sistematis tentang kelakuan itu serta motivasi dan keadaan batin yang mendasarinya. Dan etika juga menyelidiki perbuatan – perbuatan dan memberi bimbingan – bimbingan supaya orang – orang dapat memperbaiki perbuatan – perbuatannya.
Pengambilan keputusan etis sering menyangkut pilihan yang sukar. Seringkali keputusan, kita bukan pilihan antara hitam dan putih, orang – orang setuju tentang prinsip – prinsip etis tidak selalu setuju dengan penerapan prinsip dalam kasus yang nyata.
Pertimbangan etis perlu dibedakan dari  kemauan etis. Kemauan mengambil keputusan yang benar tidak sama dengan kemampuan untuk memutuskan, kemauan kita untuk berbuat baik  harus kuat dan pasti. Namun pertumbuhan etis sering diwarnai dengan  pertanyaan – pertanyaan yang belum di jawab. Orang yang mempunyai kemauan yang kuat masih bisa merasa ragu – ragu tentang apa yang harus dilakukan dam masalah yang ruwet. Kesungguan hati kita tidak selalu menghasilkan tentang apa yang benar.
Kesungguahan hanya berarti bahwa kita bersedia menjalankan kewaajiban kita dalam setiap masalah etis dan dengan tekun mencari kehendak Tuhan dalam masalah – masalah itu. Kita harus belajar bagaimana berpikir dan bertindak dengan kesungguhan yang mutlak dan pandangan yang terbuka. Dan mencari jalan yang benar tetapi kita jangan melupakan keterbatasan kita dalam menentukan jalan yang benar itu.


BAB II
TIGA JALAN DALAM ETIKA KRISTEN:
ETIKA AKIBAT, ETIKA KEWAJIBAN DAN ETIKA TANGGUNG JAWAB
Etika Kristen berdasarkan dengan Iman kepada Allah yang dinyatakan dalam Yesus Krristus. Etika Kristen merupakan tanggapan kepada kasih karunia Allah menyelamatkan kita. Kasih merupakan etika Kristen. Kewajiban manusia disimpulkan dalam hukum untuk mengasihi Allah dan sesama. Kasih juga memberikan motivasi bagi perbuatan yang baik. Dan etika Kristen berlaku kepada kehidupan keseluruhan kehidupan manusia. Semua orang Kristen berkenaan dengan persekutuan orang – orang Kristen. Etika Kristen dikenal dalam konteks jemaat dan diberlakukan dalam  hubungan dengan orang-orang Kristen, etika diajarkan, dipelihara dan dikoreksi dalam gereja.
1.      ETIKA AKIBAT
Menurut pengaut etika akibat kehendak Tuhan dinyatakan  dalam maksud-Nya, rencana-Nya, dan tujuan-Nya. Pernyataan yang paling penting ialah : nilai – nilai apa yang cocok dengan kehendak Allah. Tujuan – tujuan yang cocok dengan kehendaka Allah dan harus kita capai. Istilah teknis dari teori etika ialah”Teleologis , dari kata Yunani yang berarti pengetahuan tentang akibat ( telos = tujuan, akibat; logos  = penetahuan ). Menurut etika akibat, kehidupan etis sama dengan proses membuat sesuatu.
2.       ETIKA KEWAJIBAN
Pernyataan etis yang paling penting ialah norma – norma apa yang sesuai dengan hukum dan  perintah Allah sehingga kita harus menaatinya. Istilah tehnis untuk teori kewajiban ini  adalah etika deontologis, dari kata Yunani yang berarti “pengetahuan tentang  keharusan   dan kewajiban”  ( deon =  wajib; logos = pengetahuan ).  Menurut aliran ini perbuatan pokok lambang hidup kita bukan penciptaan melainkan politik, yaitu kehidupan menurut hukum. Manusia bukan sebagai pencipra melainkan warga negara. Dasar perbuatan manusia adalah hidup menurut hukum dan peraturan. 
3.      ETIKA TANGGUNG JAWAB
Menurut pengaut etika tanggung jawab, kehendak Tuhan dinyatakan terutama bukan dalam rencanaNya atau hukumNya, menaikan dengan perbuatanNya, dan kegiatanNya. Perbuatan kita baik apabila sesuai dengan pekerjaan Allah. Pernyataan  etis yang terpenting ialah : apakah yang dikerjakan Allah dan bagaiman kita menanggapinya. Menurut etika tanggung jawab  dalam kehidupan etis manusia bukan sebagai pencipta atau warga negara melainkan sebagai penjawab ( orang – orang yang menanggapi atau memberikan respon terhadap peristiwa yang terjadi disekitarnya ).



BAB III
1 KORINTUS 10 : 23 ; 11:1 SEBAGAI POLA
PERTIMBANGAN ETIS
Paulus memulai dengan prinsip  kebebasan : segala sesuatu diperbolehkan” ( 10 :23 ), meskipun kalimat ini sebagai semboyang. Orang Kristen bukan budak hukum , kehidupan umat Kristen tidak tergantung terhadap kepatuhannya terhadap praturan – praturan, melainkan kehidupan hanya tergantung kepada kasih karuniah Allah, yang bersediauntuk meneriam semua orang termasuk pelanggar hukum. Keselamatan orang Kristen tidak tergantung kepada kepatuhannya terhadap hukum. Nilai hidup tidak tergantung terhadap kepatuhan terhadap hukum.semua ini datang dari kasih karuniah Allah dan bukan karena kepatuhan manusia.
Dalam Yesus Kristus, Allah membebaskan kita dari tuntutan hukum Taurat. Kepercayaan kepada kepatuhan kita sendiri berlawanan dengan kepercayaan kepada anuhgerah Allah . kepercayaan kepada diri sendiri berarti kita menolak jalan yang telah ditunjukkan  Allah dan memilih dan memilih jalan lain. Berarti kita menolak kebebasan yang ditawarkan Allah dan memilih perbudakan dibawah hukum – hukum buatan manusia ( Galatia 5:1 ) kepercayaan kepada Allah bertentangan dengan hukum dan peraturan entah peraturan – peraturan itu datang kebiasaan Yahudi atau kebiasaan – kebiasaan masyarakat kita atau dari Alkitab.
Paulus menulis : “ segala sesuatu diperbolehkan. Benar , tetapi bukan segala sesuatu berguna ( 10 : 23 ) . kebebasan kita tidak berarti bahwa kita boleh merusak sesuatu yang baik. Melainkan kebebasan kita memberikan kesempatan untuk berbuat yang berguna dalam prikop ini Paulus mempertimbangkan bagaimana kelakuan orang menjadi bebas dan berguna. Ketegangan iru perlu mengambil keputusan etis. Dalam pengambilan keputusan ini hendaknya didasari dengan suatu hal yang berasal dari kasih karuniah Allah :
ü  Membangun kepribadian kita sendiri
ü  Mempunyai prinsip bangun – membangun
ü  Menjaga kebebasan hati nurani
ü  Melakukan kemuliaan Allah


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar