PENDAHULUAN
1.
Penertian
Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi
Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita
selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Dalam beberapa kegiatan kita sehari-hari,
kita jelas-jelas mengadakan pengukuran dan penilaian. Dan untuk memahami
persamaan dan perbedaan ataupun hubungan dapat dipahami melalui contoh-contoh
dibawah ini:
a.
Apabila
ada orang yang memberikan sebatang pensil kita, dan kita disuruh memilih antara
dua pensil yang tidak sama panjangnya maka
tentu kita akan memilih “panjang”.
b.
Pasar
merupakan suatu tempat bertemunya orang-orang yang akan menjuan dan membeli.
Sebelum menentukan menentukan barang yang akan dibelikannya, seorang pembeli
akan memilih dahulu mana barang yang lebih “baik” menurut ukurannya.
Duah langka kegiatan yang dilalui sebelum mengambil
barang untuk kita, itulah yang disebut mengadakan evaluasi, yakni mengukur dan
menilai. Kita tidak dapat melakukan penilaian sebelum mengadakan pengukuran.
ü Mengukur adalah
membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kumulatif.
ü Menilai adalah
mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian
bersifat kualitatif.
ü Mengadakan evaluasi
meliputi kedua langkah di atas, yaitu mengukur dan menilai.
Didalam istilah asingnya, pengukuran adalah measurement,
sedangkan penilaian adalah evalusion. Dari kata evalusion inilah yang diperoleh
kata indonesia yang berarti menilai ( tetapi dilakukan dengan mengukur terlebih
dahulu ).
2.
Penilaian
Pendidikan
Meskipun kita
memiliki makna yang lebih luas, namun pada awalnya pengertian evaluasiselalu
dikaitkan dengan prestasi siswa. Dalam pembelajaran yang
terjadi di sekolah atau khususnya di kelas, guru adalah pihak yang paling
bertanggung jawab atas hasilnya. Dengan demikian, guru patut dibekali dengan
evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar
siswa.
ü Input
Adalah
bahan mentah yang dimasukkan ke dalam transformasi.
Contoh : siswa yang baru akan masuk sekolah.
ü Output
Adalah
bahan jadi yang dihasilkan oleh transformasi.
Yang dimaksud dengan pembicaraan ini adalah lulusan
sekolah yang bersangkutan.

ü Transformasi
Adalah
mesin yang bertugas mengubah bahan mentah menjadi bahan jadi.
ü Umpan balik ( feed back )
Adalah
segala informasi baik yang menyangkut outpun maupun transformasi. Unpan balik ini diperlukan untuk perbaikan input maupun
transformasi.
3.
Mengapa
Menilai ?
Dalam dunia pendidikan, khususnya dunia
persekolahan, penilaian mempunyai makna ditinjau dari berbagai segi.
a. Makna bagi siswa
Dengan
adalanya penilaian, maka siswa dapat mengetahui sejauh mana telah berhasil
mengikuti pelajaran yang diberikan oleh guru. Hasil yang diperoleh siswa dan pekerjaan menilai ada 2
kemungkinan:
1. Memuaskan
Jika siswa memperoleh hasil yang memuaskan dan hal itu
menyenangkan, tentu kepuasan itu diperolehnya lagi pada kesempatan lain waktu.
2. Tidak memuaskan
Jika siswa tidak puas dengan hasil yang diperolehnya,ia
akan berusaha agar lain waktu keadaan itu tidak terulang lagi.
b. Makna bagi guru
1.
Dengan
hasil penilaian yang diperoleh guru akan dapat mengetahui siswa-siswa mana yang
sudah berhak melanjutkan pelajarannya karena sudah berhasil menguasai bahan.
2.
Guru akan mengetahui apakah materi yang
diajarkan sudah tepat bagi siswa sehingga untuk memberikan pengajaran di waktu
yang akan datang
tidak perlu diadakan perubahan.
3.
Guru
akan mengetahui apakah metode yang digunakan sudah tepat atau belum.
c. Makna bagi sekolah
1.
Apabila guru-guru mengadakan penilaian
dan diketahui bagiamana hasil belajar siswa-siswinya, dapat diketahui pula
apakah kondisi belajar yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan
atau belum.
2.
Informasi
dari guru tentang tepat tidak tepatnya kurikulum utuk sekolah itu dapat
dipertimbangkan sebagai perencanakansekolah untuk masa-masa yang akan datang.
3.
Informasi
hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ketahun, dapat digunakan sebagai
pedoman bagi sekolah.
4.
Tujuan
atau Fungsi Penilaian
a. Penilaian berfungsi selektif
Penilaian itu sendiri mempunyai berbagai tujuan, antara
lain :
1) Untuk memilih siswa yang dapat diterima disekolah
tertentu.
2) Untuk memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat
berikutnya.
3) Untuk memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.
4) Untuk memilih siswa yang sudah berhak meningalkan
sekolah, dan sebagainya.
b. Penilaian berfungsi diagnostik
Apabila
alat yang digunakan dalam penilaian cukup memenuhi persyaratan, maka dengan
melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa.
c. Penilaian berfungsi sebagai
penempatan
Belajar sendiri dapat dilakukan dengan cara mempelajari
sebuah paket belajar. Baik itu berbentuk modul ataupun paket.
d. Penilaian berfungsi sebagai
pengukur keberhasilan
Fungsi keempat dari penilaian ini dimaksudkan untuk
mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan.
5.
Ciri-Ciri
Penilaian dalam Pendidikan
Ciri-ciri
penilaian dalam pendidikan, antara lain adalah sebagai berikut:
1.
Terletak pada alat ukurnya
2.
Terletak pada orang yang melakukan penilaian
3.
Terletak pada anak yang dinilai
4. Terletak
terletak terhadap situasi penilaian berlangsung.
SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI
1.
Subjek
Evaluasi
Yang
dimaksud dengan subjek evaluasi adalah orang yang melakukan evaluasi.
Contoh :
a.
Untuk melaksanakan evaluasi tentang
prestasi belajar atau pencapaian maka sebagai subjek evaluasi adalah guru.
b.
Untuk
melakukan evaluasi sikap menggunakan sebuah maka sebagai subjeknya dapat
meminta yang ditunjuk.
c.
Untuk melaksanakan evaluasi terhadap
kepribadian dimana menggunakan sebuah alat ukur yang sudah distandardisasikan
maka subjeknya adalah ahli-ahli psikologi.
2.
Sasaran
Evaluasi
Dengan
masih menggunakan diagram tentang transformasi maka sasaran penilaian untuk
unsur-unsurnya meliputi :
a.
Input
Calon siswa sebagai pribadi yang utuh, dapat ditinjau
dari segi yang menghasilkan bermacam-macam bentuk tes yang digunakan sebagai
alat untuk mengukur. Aspek yang bersifat Rohani setidaknya mencakup 4 hal:
1.
Kemampuan
2.
Kepribadian
3.
Sikap-sikap
4.
Dan Inteligensi
b.
Transformasi
Telah dijelaskan banyak unsur terdapat dalam
tranfomasi yang semuanya dapat menjadi
sasaran atau objek penilaian demi diperoleh hasil pendidikan yang diharapkan.
Unsur unsur yang dirapkan tranformasi yang menjadi objek penilaian antara lain:
-
Kurikulum / materi
-
Metode dan cara penilaian
-
Sarana pendidikan/media
-
System administrasi
-
Guru dan personal lainnya.
c.
Output
Penilaian terhadap kelulusan suatu sekolah dilakukan
untuk mengetahui sejauh mana tingkat pencapaian / pretasi belajar mereka selama
mengikuti program dan evaluasi terhada aspek efektip.
PRINSIP
DAN ALAT EVALUASI
1.
Prinsip
Evaluasi
Ada prinsip umum dan penting dalam kegiatan evaluasi
yaitu adanya triagulasi- atau hubungan erat tiga konponen antara lain:
(a)
Tujuan pembelajaran
(b)
Kegiatan pembelajaran atau KBM dan
(c) evaluasi
Triangulasi tersebut dapat digambarkan
dalam bagan sebagai berikut.

Tujuan
2.
Alat
Evaluasi
Dalam pengertian umum, alat adalah
sesuatu yang dapat digunakan untuk mempermudah seseorang untuk melaksanakan
tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan evisien..
Seperti disbutkan diatas:
ada
dua teknik evaluasi, yaitu teknik nontes dan teknik tes.
a.
Teknik nontes
Yang
tergolong teknik nontes adalah :
-
Skala bertingkat
-
Kuesioner
-
Daftar cocok
-
Wawancara
-
Pengamatan
-
Riwayat hidup
b.
Teknik tes
Tes merupakan alat pengumpulan informasi tetapi jika
dibandingkan dengan alat-alat lainnya tes ini bersifat lebih resmi karena penuh
dengan batasan – batasan dalam bagian ini hanya akan dibicarakan tes untuk
mengukur keberhasilan siswa.
Ditinjau
dari segi kegunaan untuk mengukur siswa, maka dibedakan atas adanya 3 macam tes, yaitu :
-
Tes diagnostik
-
Tes formatif
-
Tes sumatif
MASALAH TES
1.
Pengertian
Istilah
tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa Prancis kuno yang
berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Ada pula yang mengartikan
sebagai sebuah piringan yang dibuat dari tanah.
Didorong munculnya statistik dalam penganalisaan data dan
informasi maka tes ini digunakan dalam berbagai bidang seperti tes kemampuan
dasar,tes kelelahan perhatian, tes ingatan, tes minat, tes sikap dan
sebagainya.
Sebelum jauh kepada uraian, maka diterangkan dulu arti
beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan tes ini.
-
Tes
Alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui,
mengukur sesuatu dalam suasana dengan suasana, dengan cara aturan yang
ditentukan.
-
Testing
Testing merupakan saat waktu tes itu dilakukan. Dan dapat
dikatakann juga pengambilan tes
-
Testee
Responden yang sedang mengerjakan tes.
-
Tester
Orang yang diserahi untuk melakukan pengambilan tes.
2.
Persyaratan
Tes
Pada bagian
permilaan buku itu telah disinggung bahwa mengukur panjang sesi meja dengan
menggunakan karpetelastis denganukuran.sama halnya tidak mengukur. Hasil ukuran
tidak dapat dipercaya.
3.
Ciri-Ciri
Tes yang Baik
Sebuah
tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaratan
tes, yaitu memiliki :
-
Validitas
-
Reliabilitas
-
Objektivitas
-
Praktikabilitas
-
Ekonomis
VALIDITAS
1.
Macam-macam
Validitas
Secara
garis besar ada dua macam validitas, yaitu validitas logis dan validitas
empiris.
a.
Validitas logis
Istilah
“validitas logis” mengandung kata “logis” berasal dari kata “logika”, yang
berarti penalaran. Dengan
demikian maka validitas logis untuk sebuah istrumen evaluasi menunjukan pada
kondisi bagi sebuah instrument berdasarkan hasil penalaran.
Ada
dua macam validitas logis yang dapat dicapai oleh sebuah instrument, yaitu :
validitas isi dan validitas konstrak (
contracs voladity ). Validitas isi bagi sebuah intrumen
menunjuk suatu kondisi sebuah intrumen yang disusun berdasarkan isi materi
pelajaran yang dievaluasi. Validitas konstrak sebuah instrument menunjuk suatu
kondisi sebuah intrumen yang disusun berdasarkan kontrak aspek-aspek kejiwaan –
yang seharusnya dievaluasikan.
b.
Validitas empiris
Istilah
“validitas empiris” memuat kata “empiris” yang artinya “pengalaman”. Sebuah intrumen dapat dikatakan memiliki vadilitas
empiris apa bila sudah di uji dari pengalaman.. dari uraian ada dua jenis
validitas yakni validitas logis, yang ada dua macam. Dan validitas empiris,
juga ada dua maca maka secara umum kita mengenal empat validitas , yaitu:
(1)
Validitas
isi
(2)
Validitas
konstrak
(3)
Validitas
“ada sekarang” dan
(4)
Validitas
predictive.
2.
Cara
mengetahui Validitas Alat Ukur
Teknik digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah
teknik korelasi produk moment yang dikemukakan oleh Pearson.
Rumus
korelasi product moment ada dua macam, yaitu :
a.
Korelasi
product moment dengan simpangan.
Korelasi
product moment dengan simpangan.
b.
Korelasi
product moment dengan angka kasar.
Korelasi
product moment dengan angka kasar.
3.
Validitas Butir Soal atau Validitas Intem
Apa yang sudah dibicarakan diatas adalah validitas soal
keseluruhan tes. Pengertian umum untuk validitas adalah apabila sebuah intem
dikatakan valid apabila terdapat dukungan terhadap skor total.
4.
Tes
Terstandar sebagai Kriterium dalam Menentukan Validitas
Tes
terstandar adalah tes yang telah dicoba berkali-kali sehingga dapat dijamin
kebaikannya. Sebuah tes terstandar biasanya memiliki identitas antara lain :
sudah dicoba beberapa kali dan di mana, berapa koefisien validitas,
reliabilitas, taraf kesukaran, daya pembeda dan lain-lain keterangan yang
dianggap perlu. Cara menentukan
tes soal yang menggunakan tes standart.
5.
Validitas
Faktor
Selain
validitas soal secar4a keseluruhan dan validitas butir atau item, masih ada
lagi yang perlu diketahui validitasnya, yaitu : factor – factor atau bagian
keseluruhan materi. Setiap keseluruhan materi pelajaran terdiri dari
pokok-pokok bahasan atau mungkin sekelompok pokok bahasan yang merupakan satu
kesatuan.
RELIABILITAS
1.
Arti
Reliabilitas Bagi Sebuah Tes
Kosep tentang reabilitas ini tidak akan sulit dimengerti
apabila pembaca memahami konsep valibitas. Dalam hal reabilitas tuntutannya
tidak jauh berbeda. Beberapa hal yang sedikit banyak
mempengaruhi hasil tes banyak sekali. Namun secara garis besar dapat dikelompokkan
menjadi 3 hal :
1. Hal
yang berhubungan dengan tes itu sendiri, yaitu panjang tes dan kualitas
butir-butir soalnya.
2. Hal
yang berhubungan dengan tercoba (testee)
3. Hal
yang berhubungan dengan penyelenggaraan tes
2.
Cara-Cara
Mencari Besarnya Reliabilitas
Untuk mengetahui ketetapan pada dasarnya dilihat
kesejajaran hasil. Seperti halnya beberapa teknik juga mengunakan rumus
korelasi.. Kriterium yang digunakan untuk mengetahui ketetapan
ada yang berada di luar tes (
consistensy external ) dan pada tes itu sendiri( consistensy internal ).
a. Metode
bentuk parallel ( equivalent )
b. Metode
tes ulang ( test-retest method )
c. Metode
belah dua atau split-half method
TAKSONOMI
1.
Arti
dan Letak Taksonomi dalam Pendidikan
Sejak lahir kurikulum PPSP yang disusul oleh lahirnya
kurikukum tahun 1975,telah mulai tertanam kesadaran pada guru bahwa tujuan
pengajaran harus dirumuskan sebelum proses belajar mengajar berlasung, tujuan
tersebut harus dibertahukan pasa semua siswa.
Tujuan
pendidikan dapat dirumuskan pada tiga tingkatan. Tujuan
umum pendidikan tujuan ini
mengemukakan perlunya sesuatu program diadakan.Tujuan yang
didasarkan atas tingkah lakuyang
dimaksud dengan toksonomi.Tujuan yang lebih jelas yang dirumuskan
secara operasional.
2.
Taksonomi
Bloom
Bloom dan
Krathwoh telah banyak
memberikan banyak inspirasi kepada banyak orang yang melahirkan taksonomi lain.
Prinsip-prinsip dasar yang
digunakan oleh 2 orang ini ada 4 buah, yaitu :
1. Prinsip
metodologis
2. Prinsip
psikologis
3. Prinsip
logis
4. Prinsip
tujuan
Atas
dasar prinsip ini maka taksonomi disusun menjadi suatu tingkatan yang
menunjukkan tingkat kesulitan.
Secara garis besar Bloom bersama kawan-kawan merumuskan
tujuan pendidikan pada tiga tingkatan yaitu:
1.
Kategori
tingkahlaku yang masih verbal
2.
Perluasan
kategori menjadi sederhana tujuan
3.
Tingkahlaku
kongkrit yang terdiri dari tugas-tugas dan pernyataan sebagai ujian dan
buitr-butir soal.
Ada
3 ranah atau domain besar, yaitu terletak pada tingkatan ke-2 yang selanjutnya
disebut taksonomi yaitu :
a. Ranah
kognitif
-
Mengenal ( recogniton )
-
Pemahaman ( com prehension )
-
Penerapan atau aplikasi (applicasion )
-
Analisis ( analysis )
-
Sintesis ( synthesis )
-
Evaluasi ( evaluation )
Apabila dibandingkan akan tergambar sebagai berikut :
|
Struktur Hipotetis oleh Bloom
|
Struktur yang ditemukan oleh Medaus dkk
|
|||||||||||||
|
Evaluasi
Ingatan
|
Evaluasi
Ingatan
|
b. Ranah
afektif
-
Pandangan atau pendapat ( opinion )
-
Sikap atau nilai ( ( atitude, value )
c. Ranah
psikomotor
Perkataan piskomotorik berhubungan dengan kata
“motor”sensory motor atau prepektual – motor. Jadi, ranah
psikomotor berhubungan erat dengan kerja otot sehingga menyebabkan gerakan
tubuh atau bagian-bagiannya.
TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. Bermacam-Macam Tujuan Pendidikan
Setiap negara tentu mempunyai cita-cita tentang warga
negaranya yang akan diarahkan. Cita-cita tersebut dimanifestasikan dalam bentuk
tujuan pendidikannya.
Cita-cita bangsa
Indonesia adalah terbentuknya manusia Pancasila bagi seluruh warga negaranya.
Tujuan pendidikannya telah disejajarkan dengan cita-cita tersebut. Semua
institusi atau lembaga pendidikan harus
mengarahkan segala kegiatan di sekolahnya bagi pencapaian tujuan itu. Inilah
yang disebut dengan tujuan umum pendidikan yang secara eksplisit tertera di
dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
2.
Tujuan
Instruksional
Proses atau kegiatan mempelajari materi ini terjadi pada
saat terjadinya situasi belajar mengajar ( intuksional ). Dari perkataan
pengajaran atau intruksiona inilah maka timbul istilah tujuan intruksional.
Ada
dua macam tujuan Instruksional yaitu :
(1) Tujuan
Instruksional Umum (TIU)
(2) Tujuan
Instruksional Khusus (TIK)
3. Merumuskan Tujuan Instruksional
Telah disebutkan bahwa tujuan
Instruksional adalah tujuan yang menyatakan adanya sesuatu yang dapat
dikerjakan atau dikakukan oleh siswa setelah pengajaran. Jadi sebelum adanya
pengajaran, siswa tidak mempunyai kemampuan untuk mengerjakan ataupun
melakukannya.
4. Langkah-Langkah yang Dilakukan
dalam Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus.
a. Membuat
sejumlah TIU (Tujuan Instruksional Umum) untuk setiap mata pelajaran/bidang
studi yang akan diajarkan.
b. Dari
masing-masing TIU dijabarkan menjadi sejumlah TIK yang rumusannya jelas, dapat diamati,
terukur, dan menunjukkan perubahan tingkah laku.
5. Tingkah
Laku Akhir
Tingkah
laku akhir adalah tingkah laku yang diharapkan setelah seorang mengalami proses
belajar.
6. Kata-Kata
Operasional
a. Cognitive
dominan levels and corresponding action verbs.
1)
Pengetahuan
( knwledge )
2)
Pemahaman
3)
Aplikasi
4)
Analisis
5)
Sistesis
6)
Evaluasi
b. Effektive
dominan; learning levels and corresponding verbs
1)
Reesiving
2)
Responding
3)
Valuing
4)
Organization
5)
Characterization
by value complekx
7. Kondisi Demontrasi
Kondisi
Demontrasi adalah komponen TIK yang menyatakan suatu kondisi atau situasi yang
dikenakan kepada siswa pada saat ia mendemontrasikan tingkah laku akhir,
misalnya :
-
Dengan penulisan yang betul
-
Urut dari yang paling tinggi
-
Dengan bahasanya sendiri
TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU
1.
Pengertian
Tes Standar
Telah
dibicarakan di depan bahwa tes kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam,
yaitu :
1. Aptitude
test (tes bakat),
2. Achievement
test (tes prestasi).
Perbedaan antara
kedua tes ini sebenarnya tidak tegas, soal-soal mengenai kedua tes tersebut
seringkali saling melingkupi(overlap). Untuk kedua macam tes ini biasanya
menggunakan hitungan-hitungan dan perbendaharaan kata-kata dan sekelompok tes
dari kedua macam tes ini biasanya juga menguji tentang keterampilan membaca
2.
Tes
Prestasi Standar
Di antara tes
prestasi yang digunakan di sekolah ada yang dinamakan tes prestasi standar. Satadart siswa dapat dimaksudkan sebagai suatu tingkat
kemampuan yang harus dimiliki bagi suatu program tertentu.
3.
Perbandingan
antara Tes Standar dengan Tes Buatan Guru
Tes ini disusun dalam tepi-tepi soal yang dan meliputi
bahan atau pengetahuan yang sama banyak dengan bahan pengetahuan yang di cakup
oleh tes buatan guru.
4.
Kegunaan
Tes Standar
Secara singkat
dapat dikemukakan bahwa kegunaan tes standar adalah :
a. Jika
ingin membuat perbandingan,
b. Jika
banyak orang yang akan memasuki suatu sekolah tetapi tidak tersedia data
tentang calon ini.
5.
Kegunaan
Tes Buatan Guru
Kegunaan tes
buatan guru adalah :
a. Untuk
menunjukkan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan
dalam waktu tertentu.
b. Untuk
menentukan apakah sesuatu tujuan telah tercapai.
c. Untuk
memperoleh suatu nilai.
6.
Kelengkapan
Tes Standar
Sebuah
tes yang sudah distandardisasikan dan sudah dapat disebut sebagai tes standar,
biasanya dilengkapi dengan sebuah manual.
Secara
garis besar manual tes standar ini memuat :
(1) Ciri-ciri mengenai tes:.
(2)
Tujuan
serta keuntungan-keuntungan dari tes:.
(3) Proses standardisasi tes.
(4)
Petunjuk-petunjuk
tentang cara melaksanakan tes:.
(5)
Petunjuk-petunjuk
bagaimana cara menskor
(6)
Petunjuk-petunjuk
untuk menginterpretasikan hasil
(7) Saran-saran lain.
PENYUSUNAN
TES
1.
Fungsi
Tes
Sehubungan dengan hal-hal yang harus diingat dalam
penyusunan tes,maka fungsi tes dapat ditinjau dari 3 hal :
1) Fungsi
untuk kelas,
2) Fungsi
untuk bimbingan,
3) Fungsi
untuk administrasi.
2.
Langkah-Langkah
dalam Penyusunan Tas
Tentu
saja setiap guru akan dengan mudah mengatakan bagian pelajaran mana yang akan
dicakup dalam sebuah tes jika sudah diketahui tujuannya.
Urutan
langkah yang akan dilakukan adalah :
a. Menentukan
tujuan mengadakan tes
b. Mengadakan
pembahasan terhadap bahan yang akan diteskan
c. Merumuskan
tujuan istruksional khusus dari tiap bagian bahan
d. Menderetkan
semua TIK dalam table persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkandung
dalam TIK itu.
e. Menyusun tabel spesifikasi yang memuat pokok materi.
f. Menulis butir-butir soal.
3.
Komponen
–Komponen Tes
a.
Buku
tes, yakni
lembaran atau buku yang memuat butir-butir soal yang harus dikerjakan oleh
siswa.
b.
Lembar
jawaban tes, yaitu
lembar yang disediakan oleh penilaian bagi test untuk
mengerjakan tes.
c.
Kunci
jawaban tes, berisikan
jawaban-jawaban yang dikehendaki.
d. Pedoman penilaian, pedoman penilaian atau pedoman skoring berisi keterangan perincian
tentang skor atau angka yang diberikan kepada siswa bagi soal-soal yang telah
dikerjakan.
TES TERTULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR
1. Bentuk-Bentuk Tes
Telah
dibicarakan sebelum ini bahwa disekolah seringkali digunakan tes buatan guru
(bukan standar dized tes). Ini disebut tes buatan guru. Tes yang dibuat oleh
guru ini terutama menilai kemajuan siswa dalam hal pencapaian yang dipelajari.
a.
Tes
subjektif
b.
Tes
objektif
2. Macam-Macam Tes Objektif
a. Tes
benar-salah ( true-false )
b. Tes
pilihan ganda ( multiple choice test )
c. Menjodohkan ( matching test )
d. Teks isian ( completioan test )
3. Pengukuran Ranah Afektif
Pengukuran
ranah Afektif tidaklah semudah mengukur
ranah kognitif. Pengukuran ranah efektif tidak dapat dilakukan setiap saat ( dalam arti pengukuran formal ) karena perubahan tingkah laku siswa tidak
dapat berubah sewaktu-waktu.
4. Pengukuran Ranah Psikimotor
Pengukuran
ranah psikomotorik dilakukan terhadap hasil-halis belajar yang belajar yang
berupa penampilan. Namun demikian biasanya pengukuran ranah ini disatukan atau
dimulai dengan menggunakan ranah kognitif sekaligus. Misalnya penampilannya dalam menggunakan
thermometer diukur mulaidari pengetahuan mereka mengenai alat tersebut,
pemahaman tentang alat dan penggunaannya (aplikasi), kemudian baru cara
menggunakannya dalam bentuk keterampilan. Instrumen yang digunakan dalam pengukuran adalah matriks.kebawah
menyatakan perincian aspek yang akan diukur,kekanan meunjukkan besarnya skor
yang dapat dicapai.
hai ini tugas semerter 6 loh bagi FKIP UDA
BalasHapus